Tuesday, April 2, 2013

Kajian Surat Ali-Imran Ayat 104


 A. PENDAHULUAN

11.    Latar Belakang

      Muhammadyah merupakan gerakan islam yang didirikan oleh KH.Ahmad Dahlan . Ini merupakan realisasi dan hasil konkrit dari pengkajian secara mendalam terhadap Al-quran khususnya Ali imran ayat 104. Misi utama beliau mendirikan Muhammadyah adalah menyebarluaskan dan mendakwahkan risalah islamiah ditengah-tengah masyarakat Indonesia.Muhammadyah adalah gerakan islam, dakwah amal ma’ruf nahi munkar dan tadjid, bersumber pada al-qur’an dan sunnah, dan berasas islam. Sedangkan maksud dan tujuannya adalah “menegakan dan menunjung tinggi agama islam sehingga terwujud masyarakat islam yang sebenar-benarnya[1]. Lebih jelasnya dalam makalah ini akan dikaji surat Ali imran ayat 104.

  2. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana isi dari surat Ali imran ayat 104?
2.      Apa maksud dari gerakan muhammadyah berdasarkan kajian surat Ali imran 104 ?

 3. Tujuan
1.      Mengetahui isi kandungan dari surat Ali Imran 104
2.    Menegtahui maksud dari gerakan Muhammadyah berdasarkan kajian surat Ali imran 104



    B. PEMBAHASAN

Surat Ali Imran, ayat 104


Artinnya: “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang meeyru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mukar. Merekalah orang-orang yang beruntung”.  [2]
            Pada ayat tersebut tedapat 3 kewajiban yang dihadapi. Yang dua berpusat kepada yang satu. Yang satu ialah mengajak pada kebaikan dan menimbulkan dua tugas:Pertama menyuruh berbuat ma’ruf dan yang kedua adalah melarang berbuat munkar.
            Menurut tafsir M Quraish Sihab, kata Minkum pada ayat 104 surat Ali Imran menyatakan bahwa ada ulama yang memahami dalam artian sebagaian dengan demikian perintah dakwah yang dipesankan oleh ayat itu tidak tertuju kepada setiap orang. bagi yang memahaminya demikian, maka ayat ini buat mereka yang mengandung dua macam perintah. Perintah pertama kepada seluruh umat islam untuk membentuk dan menyiapkan suaru kelompok khusus yang ebrtugas melaksanakan dakwah kepada kebaikan dan makruf serta mencegah kemunkaran. Perintah pertama dalam hal ini bisa jadi suatu lembaga kemasyarakatan yang  tugasnya adalah untuk melaksanakan dakwah. Perintah kedua adalah dakwah kepada kebaikan dan makruf nahi munkar.
            Keterangan minkum yang menyebabkan dua kewajiban ini hanya memposisikan hokum dakwah wajib hanya mempunyai cakupan yang kecil, yaitu kelompok. Kalau kita kembali kepada persoalan sebelumnya, yag menyatakan bahwa huruh mim dalam kata minkum merupakan kewajiban bagis etiap orang muslim yang merupakan penjelas, menurut Quraish Shibab adalah ini merupakan perintah kepada muslim untuk melaksanakan tugas dakwah yang masing-masing sesuai dengan kemampuannya, memang dakwah yang dimaksud adalah dakwah yang sempurna, maka tentu saja tidak semua orang dapat melaksanakannya. Disisi lain, kebutuhan masyarakat dewasa ini, bahkan perang informasi yang sedemikian pesat dengan sajian nilai-nilai baru sering membingungkan, semua menangani dakwah an membendung informasi yang demikian pesat  dengans kajian nilai-nilai baru seringkali membingungkan, semua itu menuntut adanya kelompok khusus yang menangani dakwah dan membendung informasi yang menyesatkan, karena  itu adalah lebih tepat memahami kata minkum pada ayat di atas dalam artian  sebagian dari kamu tanpa menuntut kewajiban setiap muslim untuk saling ingat mengingatkan.[3]
Dalam teks kepribadian Muhammadyah dinyatakan bahwa maksud gerak Muhammadyah adalah “dakwah islam amal ma’ruf, nahi munkar” . Hal itu ditegaskan terhada surat Al-Imran ayat 104 sebagai faktor utama yang mendorok KH.Ahmad Dahlan yang mendirikan Muhammadyah.
Muhammadyah sennatiasa bergerak maju membawa dua tugas.
1.      Menyebar luaskan cita-cita muhammadyah ke seluruh bangsa Indonesia
2.      Menyebar luaskan organisasi Muhammadyah keseluruh wilayah nusantara.
Dengan memahami latar belakang pendorong berdirinya Muhammadyah maka Muhammadyah terlahir karena motivasi islam. Bergerak semata-mata karena diilhami oleh aspirasi islam, dan dalam keseluruhan geraknya adalah dalam rangka mengaktualisasikan ajaran islam yang bersumber pada ajaran al-quran dan sunah rosul. Maksud gerakan Muhammadyah adalah dakwah islam amal ma’ruf yang diarahkan kepada dua bidang yaitu
a.       Bidang perorangan, terbagi menjadi dua kelompok, yakni
1.      Orang yang tengah memeluk agama islam. Sifat dakwah terhadap kelompok ini adalah pemurnian terhadap agama yang mereka peluk sehingga benar-benar murni sebagaimana yang diajarkan dalam al-quran dan sunah meliputi
·         Aqidah
  Ajaran yang berhubungan dengan keyakinan hidup dalam matan keyakinan dan cita-cita hidup muhammadyah disebutkan bahwa Muhammadyah bekerja untuk terlaksanannya akidah islam yang murni.
·         Syirik
Menyekutukan Allah
·         Khurafat
  Ini berasal dari bahasa arab yang artinya dongen/legenda[4]
2.      Orang yang belum memeluk agama islam
      Sifat dakwahnya kepada kelompok ini adalah seruan dan ajakan disertai dengan berbagai alsan, dan oenjelasan yang penuh kebijaksanaan, sehingga akhirnyaatas kemauannya sendiri menjatuhkan pilihan bahwa satu-satunya jalan keselamatan hidup dirinya baik di dunia maupun akhirat adalah dengan memeluk agama islam. Dakwah terhadap orang yang belum memeluk agama islam, hendaknya difokuskan pada islam dari sisi menggembirakan yang ringan-ringan yang dapat menimbulkan kesan bahwa beragama islam itu mudah bukannya malah menambah beban dan tidak akan menimbulkan kesusahan dan kesulitan.

b.      Bidang masyarakat
Dakwah islamiah yang dilakukan Muhammadyah terhadap masyarakat berupa bimbingan,perbaikan, dan peringatan semata-mata untuk kemaslahatan masyarakat itu sendiri. Dan lebih dari itu Muhammadyah berusaha meyakinkan amsyarakay bahwa kemaslahatan mereka hanya akan dapat dicapai apabila mereka melaksanakan petunjuk-petunjuk Allah sebagai pedoman dari segala segi kehidupannya.[5]





C. PENUTUP


Kesimpulan

Beradasarkan kajian daari surat Ali Imran ayat 104, Allah memerintahkan supaya umatnya selalu mengajak  pada kebaikan dan menimbulkan dua tugas:Pertama menyuruh berbuat ma’ruf dan yang kedua adalah melarang berbuat munkar. Dari surat tersebut dapat dilihat juga bahwa gerakan Muhammadyah berupaya untuk mengajak umat untuk selalu berbuat ma’ruf dan meinggalkan kemunkaran.



















Daftar Pustaka

1.       Nurchayati,Siti.2010.Pendidikan Kemuhammadyahan.Yogyakarta:Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah pimpinan Wilayah Muhammadyah DIY
2.       Waharjani.2013.Kemuhamadyahan.Yogyakarta:LPSI
3.       Thonthowi,Kholis.Nur,Rachmawan.Hatib.2012.Pengantar Ilmu Dakwah.Yogyakarta.LPSI




[1] Nurchayati,Siti.2010.Pendidikan Kemuhammadyahan.Yogyakarta:Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah pimpinan Wilayah Muhammadyah DIY, hlm 69-70
[2] Waharjani.2013.Kemuhamadyahan.Yogyakarta:LPSI, hlm 75

[3] Thonthowi,Kholis.Nur,Rachmawan.Hatib.2012.Pengantar Ilmu Dakwah.Yogyakarta.LPSI, hlm  10-12
[4] Nurchayati,Siti.2010.Pendidikan Kemuhammadyahan.Yogyakarta:Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah pimpinan Wilayah Muhammadyah DIY, hlm 70-74
[5] Nurchayati,Siti.2010.Pendidikan Kemuhammadyahan.Yogyakarta:Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah pimpinan Wilayah Muhammadyah DIY, hlm 77-78

No comments:

Post a Comment

Post a Comment